Kamis, 01 Desember 2011

Obat Tradisional

OBAT TRADISIONAL
PENGOBATAN TRADISIONAL

Pengobatan Tradisional
Adalah salah satu upaya pengobatan/perawatan cara lain diluar ilmu kedokteran dan ilmu perawatan, mencakup cara, obat dan pengobatan yang mengacu kepada pengetahuan, pengalaman dan keterampilan turun temurun baik yang asli ataupun yang berasal        dari luar Indonesia dan diterapkan sesuai norma yang berlaku dalam masyarakat.

Pengobat Tradisional (Battra)
Adalah seorang yang diakui dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai orang yang mampu melakukan pengobatan secara tradisional.     

Upaya Kesehatan Tradisional (Ukestra)
Adalah suatu upaya yang menggambarkan proses peningkatan kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit serta pemulihan kesehatan dengan menggunakan cara, alat dan obat tradisional yang dilakukan oleh individu, keluarga dan masyarakat.

Upaya Pengobatan Tradional Dari Cara Pengobatannya dibagi :
1.      Upaya pengobatan tradisional yang menggunakan ramuan obat tradisional seperti: sinshe, tabib, dukun ramuan.
2.      Upaya pengobatan tradisional yang menggunakan keterampilan seperti akupunturis, dukun  patah  tulang,  dukun urut dan dukun sunat.
3.      Upaya  pengobatan  tradisional berdasar/berkait dengan ajaran  agama seperti dukun kebatinan
4. Upaya pengobatan tradisional yang menggunakan magic, jampi-jampi, mistik seperti dukun paranormal, dukun ramal, dukun susuk/jimat dan lain-lain.

Program Pembinaan Upaya Kesehatan Tradisional
 I.            Latar Belakang
Walaupun dalam GBHN dinyatakan, : bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan secara lebih luas dan merata sekaligus memelihara dan mengembangkan warisan budaya bangsa, perlu terus dilakukan penggalian, penelitian, pengujian dan pengembangan obat-obatan serta cara pengobatan tradisional. UU No. 23/92 tentang kesehatan ps. 47 menyatakan bahwa pengobatan tradisional perlu dibina dan diawasi untuk diarahkan menjadi pengobatan cara lain yang dapat dipertanggung jawabkan manfaat dan keamanannya.

Peran Utama Kesehatan Tradisional
Berbeda di negara-negara : Cina, Korea, India, Srilangka dimana cara pengobatan tradisioanal dan cara pengobatan modern dilakukan dalam sistem pelayanan kesehatan formal. Di Indonesia dalam sistem  kesehatan  paripurna, upaya pelayanan pengobatan tradisional berperan pada tkt rumah tangga dan tingkat masyarakat, sedang pada tkt. I fasilitas pelayanan, tkt. rujukan, dilakukan upaya pelayanan kesehatan modern (formal).

II.  Ruang Lingkup
  1. Pengembangan  Metoda  (Cara)  Pengobatan Tradisional
a.       Memperkirakan pandangan  tenaga kesehatan formal  dan  masyarakat terhadap pengobatan tradisional.
b.      Mengkaji berbagai jenis upaya pengobatan tradisional secara bertahap sesuai kemampuan
c.       Membina  dan  memanfaatkan upaya pengobatan tradisional dengan ciri khas daerah
d.      Mengadakan pengawasan / pengaturan  terhadap cara-cara pengobatan yang tidak bermanfaat/merugikan                  
  1. Pengembangan tenaga pengobat tradisional
a.       Meningkatkan  pengetahuan, sikap dan keterampilan terutama dalam   promotif   dan   mutu pelayanan melalui  KIE/ cultural
b.      Diseminasi   peran   tenaga  pengobat tradisional tentang    perannya   dalam   sistem kesehatan nasional
  1. Pengembangan sarana pengobatan tradisional
a.       Pengadaan  media tentang manfaat  beberapa jenis tanaman obat untuk penyakit sederhana
b.      Meningkatkan pengetahuan/keterampilan dalam cara-cara penyediaan pengobatan tradisional (higiene tpt kerja) peralatan yang digunakan

III.Tujuan Pembinaan
Umum
Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan melalui upaya kesehatan tradisional.

Khusus
  1. Teridentifikasinya potensi/efektifitas pengobatan  tradisional yang ada
  2. Meningkatkan pendayagunaan obat/cara pengobatan tradisional yang terbukti efektif untuk pemeliharaan kesehatan di tingkat keluarga
  3. Terbinanya   peran  tenaga pengobat tradisional dalam pelayanan kesehatan dasar
  4. Terlindungnya masyarakat terhadap efek negatif upaya pengobatan tradisional

IV. Sasaran
Meliputi :
  1. Pengobat tradisioanal
            Meningktkan  pengetahuan/keterampilan pengobat tradisional sehingga dapat turut dalam pembangunan kesehatan masyarakat, sesuai norma-norma yang berlaku
  1. Masyarakat (keluarga, kelompok, kader kesehatan)
  2. Petugas Kesehatan
  3. Lembaga swadaya masyarakat
                       
V.  Kebijakan pembinaan upaya kesehatan tradisional
  1. Diarahkan meningkatkan mutu, mencegah timbulnya efek negatif dan mencegah praktek-praktek yang membahayakan
  2. Meningktkan kemandirian masyarakat mengatasi problem kesehatan dengan memanfaatkan pengobatan tradisional yang baik
  3. Pukesmas membina peran serta masyarakat dengan upaya pendekatan pkmd.
  4. Pembinaan ukestra secara lintas sektoral
  5. Pengujian pengobatan tradisional oleh Inst. yang ditunjuk  dengan kerjasama pakar pengobatan tradisional, LSM terkait
  6. Pengobatan tradisional yang telah diuji & bermanfaat, aman, dimasukkan dalam program pelayanan kesehatan.


OBAT TRADISIONAL

Obat Tradisional
Adalah bahan segar, obat jadi, obat berbungkus yang berasal dari bahan tumbuhan, hewan, mineral atau sediaan galenika atau campuran bahan-bahan tersebut yang belum punya data klinik dan dipergunakan dalam usaha pengobatan berdasarkan pengalaman.
(Permenkes RI/179/VII-76)

Obat Tradisional Terdiri Atas
A.    I.   Obat tradisional yang dibuat sendiri
II.  Obat tradisional yang diproduksi oleh perusahaan jamu
B.     I.   Golongan obat yang bahan bakunya belum mengalami standardisasi dan belum pernah diteliti
II.  Golongan fitoterapi à simplisia yang sudah mengalami standardisasi, seperti untuk obat sedativa, karartik dan lain-lain 


KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH DALAM
MENANGANI OBAT TRADISIONAL

LATAR BELAKANG MASALAH
1.      Berdasar perkiraan dan pengalaman pemakaian obat tradisional masih luas digunakan bahkan sebagian masyarakat telah merupakan bagian dari kehidupannya
2.      Obat tradisional merupakan hasil sosial budaya, warisan turun temurun yang perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh karena telah terbukti aman dan efektif selama berabad-abad digunakan
3.      Adanya usaha pemerintah untuk memperluas dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui sistim kesehatan nasional
4.      Adanya keinginan pemerintah untuk memanfaatkan obat tradisional dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat
5.      Obat tradisional lebih murah, mudah diperoleh, mudah digunakan oleh masyarakat
6.      Belum cukup data penelitian ilmiah dan data peranan obat tradisional dalam penyembuhan penyakit

I.            PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN OBAT TRADISIONAL
1.      Pembinaan sarana produksi
2.      Peningkatan produksi obat tradisional dengan perluasan dan pelestarian tanaman obat sehingga perusahaan obat  tradisional harus punya kebun bibit dan perlu kerjasama dengan  petani
3.      Pembinaan   dan pemanfaatan toga (tanaman obat keluarga) dengan pengaktifan ibu-ibu PKK
4.      Pengawasan obat tradisional secara menyeluruh mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, sampai obat tradisional ini beredar di masyarakat
5.      Menggiatkan  penelitian dan  pengembangan obat tradisional dengan melibatkan lembaga ilmiah/ perguruan tinggi. Untuk memperoleh data-data ilmiah tentang manfaat, efek samping dan efek toksik obat tersebut. Perlu meneliti data-data obat tradisional dari buku-buku tua atau naskah-naskah daun lontar

II.  PENGAWASAN OBAT TRADISIONAL
Oleh karena peredaran yang luas, maka prioritas diarahkan pada obat tradisional yang diproduksi oleh perusahaan/industri jamu.
Meliputi :
  1. Pengawasan terhadap badan usaha produksi
Secara menyeluruh dan sistimatis antara lain kwalitas bahan baku, proses produksi sampai bentuk obat jadi
            à perlu bantuan lembaga ilmiah/perguruan tinggi
à peninjauan on the spot pada proses produksi dimana dilakukan cara produksi obat yang baik
  1. Pengawasan terhadap obat yang beredar melalui antara  lain:
1.      Registrasi obat tradisional
2.      Registrasi simplisia impor
3.      Pengujian laboratorium
4.      Monitoring terhadap kasiat, keamanan dan efek samping
                     
Obat tradisional untuk intra vaginal atau tetes steril (mata, telinga) ditolak diedarkan. Obat-obat yang beredar secara sampling sewaktu-waktu diuji laboratorium. Demikian pula efek teratogenik tetap   dipantau.

BEBERAPA PANDANGAN MENGENAI PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL

I.      Untuk mempercepat pemanfaatan obat tradisional, perlu jalan pintas penelitian obat tradisional yakni langsung ke penelitian klinik.
Untuk : 1. Obat untuk penyakit resiko rendah
                2. Obat untuk sewaktu-waktu & jangka pendek
II.      Penanganan secara terarah dan berencana antara lain
1.      Mengadakan koordinasi kegiatan penelitian dengan  pertukaran informasi secara luas dan cepat
2.      Membentuk   komite  etik  penelitian   farmakologi      klinik  untuk  melindungi  masyarakat  dari  hal-hal yang merugikan masyarakat akibat penelitian klinik 
3.      Perlunya  dibentuk   pusat-pusat  penelitian obat tradisional dibeberapa senter perguruan tinggi

HASIL SEMENTARA PENELITIAN PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

TUJUANNYA
Untuk sejauh mungkin memanfaatkan obat tradisional dari pelayanan kesehatan masyarakat secara rasional dan dapat diterima oleh masyarakat, ada patokan antara lain :
1.      Digunakan pada penyakit yang sering diderita oleh masyarakat
2.      Pada penyakit yang mudah dikenal oleh masyarakat
3.      Pada penyakit yang tidak berbahaya
4.      Bahan obatnya mudah dikenal oleh masyarakat
5.      Bahan obat mudah diperoleh
6.      Bahan obat mudah diolah
7.      Sebaiknya tanaman obatnya mudah dikembangbiakkan
8.      Tanamannya tidak mengandung bahan aktif yang berbahaya


Berdasarkan hal diatas, telah ditetapkan kriteria penyakit yang dapat diobati dengan obat tradisional :
         Penyakit yang berprevalensi tinggi
         Penyakit yang tersebar luas didaerah
         Kejadian sakitnya tinggi
         Penyakit harus beresiko rendah sehingga tidak berbahaya bagi pengobatan sendiri
Contoh :
Kelompok A                                                   Kelompok B
            -           Demam                                                -  Cacingan
            -           Nyeri/sakit kepala                               -  Anemia
            -           Batuk/pilek
            -           Menceret
            -           Sariawan
            -           Gatal-gatal
-           Muntah


OBAT TRADISIONAL SEBAGAI SALAH SATU BAHAN MENJADI OBAT MODEREN

Untuk menjamin efektifitas dan keamanan suatu obat, perlu dilakukan penelitian mulai dari penelitian dasar, farmakodinamik, farmakokinetik, toksisitas sampai pada penelitian klinik.

Langkah-langkahnya sebagai berikut mulai dengan :
 

































Penelitian Klinik Fase I
Dilakukan pada orang sehat sukarelawan oleh ahli farmakologi klinik di rumah sakit.
Tujuan : melihat efek farmakodinamik dan farmakokinetik dari bahan obat pada manusia dibanding dengan hewan

Penelitian Klinik Fase II
Meneliti efek obat pada penyakit/kelainan tertentu    pada orang sakit. Juga penelitian farmakokinetik pada orang tersebut



Penelitian Klinik Fase III
Lanjutan penelitian klinik fase II dengan penderita yang lebih banyak. Penelitian farmakodinamik/farmakokinetik, termasuk dosis, indikasi, lama pengobatan dan kemungkinan efek samping

Penelitian Klinik Fase IV
Dilakukan setelah obat mendapat izin penggunaan & pemasaran. Diteliti toksisitas kronis, efek teratogenik, interaksi dengan obat lain.         Kemungkinan kegagalan selama pengobatan

Beberapa Tumbuhan Obat Yang Sementara diteliti
1.      Daun kaki kuda (Cantella Asiatical)
            Isi :       • Valerin
                                • Asiatikosida (glikosida)
                                • Tanin
                                • Mineral
            Guna :  • Penyakit kulit & lepra
                                • Obat sariawan
                                • Sakit perut                    • Pikun dan penenang           
           
            Cara  à 90 gram/n à direbus à diminum airnya
            Sediaan  : tablet, zalf, bedak

2.      Daun Paliasa = Kleinhoifa Hospital (stercullaceae)
            Isi      : • Alkaloid
                        • Asam prusid
                        • Minyak atsiri
            Guna  : Obat hepatitis
                                Untuk mencuci rambut
                           Cara   : 1 Gengggam daun direbus à 3 gelas air à hingga 1 gelas diminum setiap hari      sampai             sembuh

3.  Tapak Dara = Vinca Rosea L (Apocyaceae)
            Isi                    : • Alkaloid vinblastin
                                      • Alkaloid vincristin
                                      • Alkaloid vinleurosin
                                      • Alkaloid vinrisidin
            Guna   : • Obat kanker
                                      • Obat tekanan darah tinggi
                                • Obat kencing manis
            Cara     : 6 – 15  gram  daun  segar/kering  dimasak
                                      dengan air 3 gelas hingga tersisa 1 gelas dan
                                      setelah dingin diminum
            Sediaan           : Inj. Vinkristin


4. Temulawak (Curcuma Xanthop.rihazarox B) Zingibiraceae
            Isi                                : • Minyak atsiri
                                      • Zat warna kuning
                                          • Kurkumin
            Guna   :  • Reumatik
                           • Kolagogum
                           • Anti spasmodica
            Sediaan:  • Tablet Cursil
                            • Kapsul reumakur
                                                     
5.  Daun Dewa = Gynura Procumberns Backer  Casteraceae)
            Guna               : 1. Mengatasi nyeri haid
                                      2. Menurunkan tekanan darah
            Cara                 : 1. 30 – 60 gram direbus dengan air 1 liter hingga sisa ½ liter minum
3 x sehari
           2. 3 lembar daun segar dicuci bersih, dimakan sebagai lalapan
                                      3. 1 genggam daun dimasak à minum airnya
6.  Daun jambu biji = Psidium Guajaval (Mirtaceae)
            Isi                    : Tanin 5 % minyak atsiri, 0,36 % asam malat
            Guna               : • Obat diare
                                      • Astrigensia
             Cara                : Daun segar/pucuk daun dihaluskan dan di minum airnya
            Sediaan           : Tablet

Beberapa Bahan Terpilih Untuk Penggunaan Terawasi (Uji Klinik/Obs. Klinik)

  1. Allium sativum (Bawang Putih)
            Menurunkan kadar kolesterol (perlu uji klinik)
            Menurunkan batuk ?
  1. Alpina Galanga S.W (Laos)
            Penggunaan untuk kudis/kadas/fungisida
            Perlu dimantapkan dengan uji klinik
  1. Curcuma Domestica Val (Kunyit)
            Penggunaannya untuk kudis, bidur, gatal à perlu ditunjang uji klnik
  1. Pinang (Areca Chatecu)
            Sebagai anti diare & obat cacing
            Belum dapat dianjurkan sebelum uji klinik
  1. Sirih à Enkasari
            Obat sariawan, obat batuk, sakit kepala, obat bisul
            Belum banyak data klinik
            Enkasari sebagai obat kumur
  1. Aloe Vera (Lidah Buaya)
            Digunakan sebagai bahan shampo, sebagai pencahar, sebagai anti bakteri à perlu uji klinik

  1. Apium Graviolens (Daun Seledri)
            Dapat menurunkan tekanan darah tinggi, meningkatkan urine, menurunkan kadar   asam urat à perlu uji klinik


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar